Dapatkan Informasi Lebih Lanjut
Mading
Home ⬅  Kabar  ⬅   Tahun Ajaran Baru Indonesia Bisa Membaca Dimulai
Tahun Ajaran Baru Indonesia Bisa Membaca Dimulai

DEPOK - Tahun ajaran baru dimulai hari ini, Senin, 13 Juli 2026. Anak-anak datang ke kelas Indonesia Bisa Membaca ditemani orang tuanya masing-masing, Mereka tampak antusias mengikuti kelompok belajar bebas biaya yang diselenggarakan Sisi Baik Project. Antusiasme terlihat dari banyaknya siswa yang sudah datang sejak pukul 07.20 pagi, sekitar 40 menit sebelum kegiatan dimulai. Di hari pertama ini anak-anak belum mulai belajar membaca, menulis, dan berhitung. Pertemuan pertama ini menjadi ajang untuk saling mengenal satu sama lain.

Pembina Sisi Baik Project, Nestor Rico Tambun, menyampaikan sambutan pertama. Dia mengingatkan orang tua untuk berperan aktif mendidik anaknya masing-masing dan memberikan contoh yang baik. “Anak-anak yang sering berkata kasar dan tidak pantas, kemungkinan besar karena dia sering mendengarkannya di rumah. Sebagai orang tua, kita harus tegas dan konsisten dalam mendidik anak. Ketegasan itu yang dulu dilakukan mendiang Ibu Tien Suryantini. Bukan hanya di kelas tapi juga di rumah,” kata Pak Nestor yang berpengalaman sebagai wartawan, penulis skenario, novelis, dan dosen.  

Deisy Rika Yanti, yang mulai tahun ajaran baru ini akan mengajar membaca dan menulis, berpesan tentang pentingnya disiplin dan tata krama. “Pencapaian akademis itu penting tapi bukan satu-satunya yang harus dicapai. Sejak dini anak-anak harus diajari bagaimana bersikap terhadap orang tua, teman-teman, dan pengajar,” kata Bu Deisy.

Dia juga menyemangati para orang tua untuk memanfaatkan peluang agar anak-anaknya bisa tumbuh menjadi generasi yang lebih baik. “Orang yang sudah kaya raya saja ingin anaknya bisa lebih baik. Mereka tidak mau anaknya hanya seperti mereka atau bahkan kurang dari apa yang mereka capai,” ujar graphic designer yang pernah berkarier di harian Sinar Harapan, Majalah Tempo, dan dipercaya menjadi ketua tim desain grafis Satgas Nasional penangangan Covid-19.

Pendidikan Harus Diusahakan

 

Sementara itu, Ketua Sisi Baik Project Stephanie Edelweis menyampaikan bahwa pendidikan adalah sesuatu yang harus diusahakan. “Di Indonesia Bisa Membaca anak-anak bisa belajar secara gratis. Kami juga menyediakan alat tulis lengkap agar kegiatan belajar mengajar berjalan lancar,” kata Kak Wiwis. S

“Namun di balik semua yang gratis ini, ada orang-orang yang berusaha mewujudkannya. Para orang tua yang mendaftarkan anaknya di program Indonesia Bisa Membaca harus berkomitmen mengantar anak-anaknya ke kelas. Jangan sedikit-sedikit tidak masuk dengan berbagai alasan. Kami tidak segan-segan mengeluarkan anak yang sering tidak masuk,” kata perempuan yang berpengalaman lebih dari 15 tahun di dunia komunikasi.

260713-Hari Pertama IBM

Indonesia Bisa Membaca tahun ajaran 2026-2027 diikuti 30 orang siswa yang terdiri atas 17 laki-lagi dan 13 perempuan. Di sekolah gratis ini anak-anak akan belajar tiga kemampuan dasar yaitu membaca, menulis, dan berhitung. Kegiatan belajar mengajar diselenggarakan Senin sampai Jumat mulai jam 08.00 WIB.